Social Icons

Pages

Sabtu, 15 September 2012

BUSINESS PROCESS

Everything need a process, including a business and every company or organization has always done business processes to generate and manage products . Business processes are properly can reduce the operational costs of  producing output, so they could keep  the profit well.


Pengertian  PROSES BISNIS menurut para ahli manajemen :
  1.  “aktivitas yang terukur dan terstruktur untuk memproduksi output tertentu untuk kalangan pelanggan tertentu. Terdapat di dalamnya penekanan yang kuat pada “bagaimana” pekerjaan itu dijalankan di suatu organisasi, tidak seperti fokus dari produk yang berfokus pada aspek “apa”. Suatu proses oleh karenanya merupakan urutan spesifik dari aktivitas kerja lintas waktu dan ruang, dengan suatu awalan dan akhiran, dan secara jelas mendefinisikan input dan output.” 
  2. Smith and Fingar say  that a Business Process is “the complete and dynamically coordinated set of collaborative and transactional activities that deliver value to customers.” They go on to assert that processes are “characteristically” (and we’re quoting here) Large and Complex; Dynamic; Widely distributed and customized across boundaries; Long-running, Automated; and more. The last item in their list, “Difficult to make visible,” seems to imply a bias towards as-yet-undiscovered As-Is processes but we’re sure they didn’t mean to exclude well-documented, mature processes from their definition. Smith and Fingar derive many valuable insights in their application of this definition even though it’s more restrictive than others.     
  3. Proses bisnis merupakan suatu pekerjaan yang saling terkait untuk menyelesaikan masalah tertentu. Pekerjaan yang dimaksud dalam kasus ini adalah suatu tugas yang menghasilkan keuntungan, bisa berupa uang atau yang lainnya. Suatu proses bisnis dapat dipecah menjadi beberapa bagian proses dengan memiliki ciri tersendiri, tapi pada dasarnya setiap bagian harus memiliki peran untuk mencapai tujuan utama dari proses itu sendiri. 
Rama Catur dkk  mendefinisikan bahwa suatu Proses bisnis adalah sebuah rantai aktivitas berulang yang berhubungan secara logis yang menggunakan sumber daya perusahaan untuk mengolah sebuah objek (fisik atau mental) dengan tujuan untuk mencapai produk atau hasil yang terukur dan telah ditentukan untuk pelanggan internal atau eksternal.

Dari beberapa  definisi yang telah dipaparkan oleh para ahli management  mengenai proses bisnis, dapat ditarik kesimpulan mengenai proses bisnis, yaitu   suatu pekerjaan yang menghasilkan suatu produk yang berdampingan dengan keuntungan.  Proses bisnis merubah masukan (input) baik itu data, informasi, dokumen ataupun bahan baku menjadi keluaran (output) dalam bentuk informasi lebih lengkap, produk setengah jadi atau produk jadi, atau jasa yang telah bernilai tambah untuk dapat dimanfaatkan lebih lanjut dalam proses berikutnya.  Karenanya setiap proses bisnis harus dirumuskan, direncanakan dan dirancang secara sistematis dan terstruktur sehingga mudah untuk dilaksanakan, ditelusuri dan diperbaiki, sehinga sebuah proses bisnis bisa terdiri dari banyak sub-sub proses.

Secara umum proses bisnis yang ada terbagi menjadi tiga jenis. Perbedaan utama dari proses bisnis ketiga jenis tersebut hanya terletak dari perhitungan dan harga pokok penjualan. Pada perusahaan jasa tidak ada perhitungan harga pokok penjualannya karena jasa tidak menggunakan bahan baku, proses produksi sejalan dengan proses delivery. Jasa juga tidak bisa disimpan menjadi persediaan Pada perusahaan dagang, semua produk bisa dijual selama permintaan terhadap produk selalu ada dan tersedianya margin untuk pedagang. Harga pokok penjualan pada perusahaan dagang meliputi biata perolehan , biaya pengangkutan, biaya penyimpanan, biaya bongkar muat, asuransi dan lainnya. Sedangkan pada  perusahaan manufaktur harga pokok penjualan dihitung dari biaya bahan baku, upah dan overhead pabrik. Kapasitas produksi yang ada menentukan volume penjualan. Volume penjualan tidak  bisa bertambah jika tidak ada tambahan kapasitas produksi, baik secara internal(pembangunan pabrik) maupun eksternal (menyewa pabrik lain).

Lantas apa maksud dan tujuan dari proses bisnis tersebut? 
Suatu proses bisnis yang baik harus memiliki tujuan-tujuan seperti mengefektifkan, mengefisienkan dan membuat mudah untuk beradaptasi pada proses-proses didalamnya. Artinya proses bisnis tersebut harus merupakan proses bisnis yang berorientasikan pada jumlah dan kualitas produk output, minimal dalam menggunakan sumber daya dan dapat beradaptasi sesuai dengan kebutuhan bisnis dan pasar. 

Proses Bisnis yang efektif dan efisien dapat menghasilkan nilai-nilai kompetitif bagi perusahaan. Proses bisnis yang dikelola dengan baik akan mampu menumbuhkan peluang. Namun perusahaan terkadang kurang memahami dan tidak mampu mengontrol proses bisnis yang dimilikinya. Pihak manajemen mungkin telah berhasil membuat prosedur yang ideal untuk menjalankan proses bisnisnya, tapi pada kenyataannya, implementasi di lapangan dapat sangat berbeda dari apa yang telah dirancang sebelumnya.

Pada pelaksanaan suatu proses bisnis kadang terjadi redundansi, ketidakefisienan, stagnasi, dan berbagi kesalahan-kesalahan lainnya yang tidak dapat diantisipasi sebelumnya. Bisnis yang tidak tangkas dalam mengontrol proses bisnis yang dimilikinya cenderung akan menghalangi usaha perusahaan dalam mencapai sasaran yang diinginkan.



Reference : 
  1. Jurnal 'Analis Proses Bisnis - Digital Library ITS' 2009 oleh Rama Catur dkk,  Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya
  2. Business Process Management: The Third Wave, by Howard Smith and Peter Fingar, Meghan Kiffer (2006) - http://www.omg.org/oceb/defbusinessprocess.html)
  3.  http://id.wikipedia.org/wiki/Proses_bisnis)
  4. Thomas Davenport (1993). Process Innovation: Reengineering work through information technology. Harvard Business School Press, Boston -http://en.wikipedia.org/wiki/Business_process )




-------- Success belongs only to those who are willing to work harder than anyone else ----------


Jumat, 14 September 2012

Kiat Agar Mahasiswa Mampu KPR



 "Waktu adalah uang". Demikian ungkapan yang sudah akrab di telinga kita. Ya, memang semakin lama waktu yang ditempuh, semakin mahal pula biaya yang dikeluarkan. Artikel kali ini kami fokuskan kepada mereka para mahasiswa di Indonesia bahwa selain target kelulusan dan gelar akademis yang harus dicapai, alangkah bijaknya jika mahasiswa mulai berpikir untuk melakukan investasi agar dapat memiliki rumah jika kelak telah lulus dan mulai bekerja.
Mengapa ini menjadi begitu penting? Fakta menunjukkan bahwa mereka yang telah bekerja pun sangat banyak yang masih tinggal di "Taman Mertua Indah" atau di rumah kontrakan, alias belum memiliki rumah. Ironisnya, para sarjana pun masih belum bekerja secara jelas, banyak di atara mereka masih bekerja serabutan, dan pemasukan yang diterima masih belum stabil alias rentan untuk disebut sebagai pengangguran terselubung.
Lalu pertanyaan berikutnya adalah bagaimana kita mencapainya? Bagaimana kita dapat memiliki rumah jika kelak kita sudah bekerja maksimal selama 5 tahun setelah lulus? 

Berikut adalah 5 kiat sederhana agar kelak mahasiswa dapat memiliki rumah dengan cara kredit pemilikan rumah (KPR):
1. Mulai alokasikan dana dari diri sendiri
Layaknya belajar, tidak ada yang dapat mengatur hasil dengan optimal selain diri sendiri, maka demikian pula dalam ilmu perencanaan keuangan. Lakukanlah alokasi dana bulanan Anda, pisahkan kebutuhan perkuliahan dan non-perkuliahan. Berikut saran berdasarkan kebutuhan:
• Tempatkan dalam pos dana perkuliahan sebagai prioritas kebutuhan (termasuk uang buku dan uang transpor dasar);
• Tempatkan pos dana non-perkuliahan untuk kepemilikan rumah sebagai prioritas berikutnya setelah pos dana perkuliahan, dan makan pokok tentunya. Sementara itu, kebutuhan yang bersifat hiburan ditempatkan setelah alokasi dana kepemilikan rumah.


2. Mulai mencari penghasilan tambahan
Berapa pun besar uang saku yang diterima tiap bulan dari keluarga, alangkah baiknya jika Anda juga mulai belajar mendapatkan pekerjaan tambahan yang bersifat paruh waktu. Pekerjaan ini dapat dibagi menjadi pekerjaan yang menunjang kuliah, atau yang tidak terkait dengan mata kuliah yang ada. Yang paling penting adalah waktu untuk bekerja tidak boleh menyita waktu belajar! Ingat, tugas utama seorang mahasiswa adalah belajar. Bekerja hanyalah sebagai tambahan.


3. Lakukan perhitungan nilai rumah masa depan (future value)
Berpikirlah secara realistis, tentukan kisaran harga rumah yang diminati (jangan terlalu mahal), kemudian hitungalah harga rumah tersebut di masa mendatang (tentu lebih mahal dari sekarang). Marilah kita hitung dengan rumus:

FV = PV * (1 + i)^n
FV : harga rumah sekarang
PV : harga rumah mendatang
i : faktor kenaikan harga rumah (misalnya 10 persen-20 persen per tahun)
n : waktu yang tersedia untuk memiliki rumah, misalkan lama kuliah 3 tahun, ingin memiliki rumah 3 tahun setelah lulus, maka nilai 'n' menjadi 6 tahun


4. Mulai merencanakan pembelian
Rencanakan kapan Anda ingin memiliki rumah? Maksimal, 5 tahun setelah Anda mulai bekerja atau setelah lulus S-1 (mana yang lebih cepat).


5. Mulai melakukan investasi
Sebesar apa pun rencana kepemilikan rumah yang Anda idamkan kelak pasti tidak akan terwujud tanpa adanya investasi. Lakukan dari sekarang dengan melakukan investasi pada reksa dana saham. Target return reksa dana saham per tahun dapat Anda hitung dengan asumsi 20 persen.

Untuk mengetahui berapa besar dana yang harus disisihkan, silakan lihat tabel di bawah ini:


Demikian para mahasiswa dan calon mahasiswa, dengan menyisihkan minimum Rp 15.757 hingga Rp 42.163 per hari, maka Anda dapat memiliki rumah melalui KPR dengan harga Rp 350 juta hingga Rp 1 milar. Sebuah investasi yang sangat bermakna bukan? Selamat berinvestasi bagi Anda para mahasiswa dan calon mahasiswa. Sukses untuk kita semua. (Taufik Gumulya, CFP®, Perencana Keuangan pada TGRM Financial Planning Services - Kompas.com)
 

Sample text

Sample Text

anda memasuki kawasan blog silvana

Sample Text

Thanks for your coming to my blog :)